Tren Fashion Tren FashionCatatan pilihan untuk pembaca Indonesia.
general

Tren Fashion Pria 2026: Gaya Santai yang Tetap Berkelas

Tren fashion pria 2026 didominasi outerwear oversized, sneakers retro, dan warna earth tone. Cocok untuk pria yang ingin tampil santai tapi tetap rapi.

2 May 2026 · 2 menit baca · oleh Ricky Suhardi
Tren Fashion Pria 2026: Gaya Santai yang Tetap Berkelas

Belakangan ini, pria di Pulauintata mulai meninggalkan setelan formal demi gaya yang lebih santai. Tapi jangan salah, ini bukan berarti mereka jadi asal-asalan dalam berpakaian. Justru yang terjadi adalah pergeseran ke arah fashion yang nyaman dipakai sehari-hari tapi tetap terlihat rapi dan penuh pertimbangan. Dari ngobrol dengan beberapa teman dan lihat sendiri di pusat perbelanjaan, ada tiga tren yang paling menonjol.

Tiga Tren yang Mendominasi Lemari Pria Sekarang

Outerwear oversized jadi andalan banyak pria di sini. Jaket bomber atau blazer longgar gampang dipadukan dengan kaos polos atau kemeja lengan pendek, hasilnya langsung terlihat lebih berlapis tanpa perlu usaha ekstra. Saya pribadi pakai jaket denim ukuran lebih besar satu nomor, dan banyak yang kira itu sengaja dibeli vintage. Efeknya memang bikin penampilan lebih kasual tapi tetap ada struktur.

Kemudian, sneakers retro juga sedang naik daun. Bukan lagi sepatu lari modern yang mendominasi, melainkan siluet lawas dari tahun 90-an. Model seperti New Balance 550 atau Nike Air Max lawas banyak dicari, baik yang orisinal maupun replika berkualitas. Yang menarik, tren ini juga mendorong munculnya komunitas sneakerhead lokal di Pulauintata. Mereka saling tukar informasi soal cara merawat sepatu dan tempat membeli yang terpercaya. Ini fenomena yang sebelumnya jarang saya lihat di kota ini.

Terakhir, palet warna earth tone seperti krem, coklat susu, hijau zaitun, dan abu-abu batu jadi warna utama baju para pria yang ingin tampil kalem. Alasannya karena warna-warna ini netral dan mudah dipadukan. Saya sendiri sekarang lebih sering pakai celana chino warna khaki dengan sweater hijau army. Hasilnya hangat dan tidak mencolok, tapi tetap terlihat disengaja. Banyak juga yang mulai meninggalkan warna hitam total karena dianggap terlalu monoton.

Selain tiga tren di atas, satu hal yang tidak bisa dilewatkan adalah kebiasaan thrifting. Banyak pria muda sekarang lebih bangga pakai baju bekas bermerek daripada beli barang baru yang murah. Mereka rela datang ke pasar loak setiap akhir pekan hanya untuk mencari kemeja flanel atau jaket kulit lawas. Hal ini juga didorong oleh budaya media sosial seperti TikTok dan Instagram yang kerap menampilkan konten fashion thrift.

Kalau Anda penasaran dengan asal-usul gaya streetwear, bisa cek halaman Wikipedia tentang streetwear yang memuat sejarahnya. Yang jelas, tren fashion pria saat ini lebih fleksibel dan personal. Tidak ada lagi aturan kaku soal apa yang boleh dipakai. Yang penting adalah kenyamanan dan rasa percaya diri. Jadi, jangan takut untuk mulai bereksperimen dengan outerwear longgar atau sneakers retro yang sedang naik daun. Siapa tahu itu bisa jadi ciri khas penampilan Anda sendiri.

Tag: #tren fashion #fashion pria #gaya hidup #streetwear #Indonesia